HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pemerintah menyepakati empat candi di Indonesia untuk dimanfaatkan secara komprehensif sebagai tempat ibadah umat Hindu dan Buddha. Kamis (17/9/2026)
Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepakatan atau MoU di Jakarta.
Kerja sama ini melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, BP BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ruang lingkup kerja sama mencakup perizinan dan fasilitasi pemanfaatan Candi Prambanan bagi peribadatan umat Hindu.
Sementara itu, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon difokuskan sebagai ruang ibadah umat Buddha.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dirintis sejak tahun 2022.
Ia berharap langkah ini menjadikan candi-candi tersebut sebagai pusat spiritualitas dunia.
“Diharapkan nanti, insyaallah, candi-candi ini akan merancangkan multifungsi dan juga tujuan yang komprehensif untuk kepentingan-kepentingan keagamaan,” ujar Nasaruddin Umar, dilansir dari Antara, Kamis, 17 September 2026.
“Candi tentu bukan sekedar bangunan peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, sekaligus juga pesan peradaban,” lanjut Nasaruddin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai penguatan fungsi keagamaan dapat mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Perekonomian bukan hanya perhotelan, akan tetapi juga perekonomian yang ada di UMKM karena ibadah itu sebuah magnet tersendiri,” ujar Taj Yasin Maimoen kepada Detik, Kamis (17/9/2026).
Partisipasi keagamaan masyarakat di kawasan candi menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2024, kegiatan Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan diikuti sekitar 10.000 orang, sedangkan kegiatan Buddha di Borobudur, Mendut, dan Pawon mencatat 24.894 peserta.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 33.556 peserta pada tahun 2025.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menambahkan bahwa keberadaan candi adalah bukti nyata toleransi bangsa.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat nilai persatuan tersebut.
“Mari kita jaga terus toleransi dan keragaman ini Bhinneka Tunggal Ika. Kita terus lulus sebagai sebuah bukti kepada dunia bahwa di tengah tantangan global, kita justru harus selalu bersatu, bergotong royong, dan bertoleransi,” kata Pratikno.









