Senin, 28 September 2026
Hot

Menjelajahi Bali dengan Sepeda, Acha Septriasa Susuri Tampaksiring hingga Nikmati Panorama Gunung Batur

Acha Septriasa menjelajahi Bali dengan sepeda, menyusuri Tampaksiring hingga Kintamani. Nikmati panorama Gunung Batur dan persawahan hijau dengan cara yang lebih personal dan tenang.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Bali selalu punya cara berbeda untuk dinikmati. Acha Septriasa memilih meninggalkan sejenak perjalanan dengan kendaraan bermotor dan mengayuh sepeda menyusuri kawasan pedesaan. Dari pura dan hamparan sawah di Tampaksiring hingga sarapan dengan latar Gunung Batur di Kintamani, perjalanannya memperlihatkan sisi Pulau Dewata yang terasa lebih dekat dan tenang.

Bali tidak selalu harus dinikmati dari balik jendela mobil atau melalui deretan destinasi populer yang ramai wisatawan. Ada pengalaman berbeda ketika sebuah perjalanan dilakukan dengan tempo yang lebih perlahan.

Hal itu terlihat dari cara Acha Septriasa menikmati waktu liburannya di Pulau Dewata. Aktris tersebut memilih bersepeda dan menjelajahi sejumlah kawasan, dengan perjalanan yang membawanya melewati persawahan, pura, hingga sebuah kafe di dekat Gunung Batur, Kintamani.

Pilihan bersepeda membuat perjalanan bukan semata tentang mencapai destinasi akhir. Setiap bagian rute justru menjadi pengalaman tersendiri—melihat lanskap, berhenti ketika menemukan pemandangan menarik, serta berinteraksi dengan lingkungan yang dilalui.

Article ad in the middle of article

Memulai Perjalanan dari Tampaksiring

Acha memulai perjalanan bersepedanya dari Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Kawasan tersebut menghadirkan berbagai pemandangan yang menarik perhatian sepanjang perjalanan.

Di Tampaksiring, Acha melewati sejumlah pura dengan karakter arsitektur Bali yang kuat. Meski kontur jalan yang dilaluinya naik dan turun, ia tetap terlihat bersemangat mengayuh sepeda. Sesekali, Acha berhenti untuk menikmati suasana dan pemandangan di sekitar pura yang ditemuinya.

Cara bepergian seperti ini memberi warna tersendiri pada sebuah liburan. Alih-alih hanya menjadikan suatu tempat sebagai titik yang harus dikunjungi, perjalanan dengan sepeda memungkinkan setiap bagian jalan menjadi sesuatu yang layak dinikmati.

Menemukan Sisi Hijau Bali di Tengah Persawahan

Pantai mungkin menjadi salah satu wajah Bali yang paling dikenal, tetapi perjalanan Acha memperlihatkan pesona lain Pulau Dewata.

Sepanjang perjalanan, hamparan persawahan hijau menjadi salah satu pemandangan yang menemani aktivitas bersepedanya. Suasana pedesaan yang asri membuat perjalanan terasa lebih rileks.

Di sinilah daya tarik perjalanan dengan sepeda terasa kuat. Kecepatan yang lebih rendah memberikan kesempatan untuk memperhatikan detail-detail yang mungkin terlewat ketika perjalanan dilakukan dengan kendaraan.

Hijau persawahan, jalan pedesaan, bangunan pura, hingga kehidupan masyarakat sekitar menjadi bagian dari pengalaman yang hadir secara alami sepanjang perjalanan.

Bagi wisatawan yang ingin melihat Bali dari perspektif berbeda, pengalaman seperti ini menawarkan gambaran bahwa menikmati Pulau Dewata tidak harus selalu berpusat pada pantai atau kawasan hiburan.

Menyapa Warga di Tengah Perjalanan

Perjalanan Acha juga diwarnai interaksi sederhana dengan masyarakat setempat.

Ketika melewati kawasan permukiman, ia terlihat menyapa warga sekitar, termasuk anak-anak yang sedang bermain.

Momen tersebut mungkin tampak sederhana, tetapi justru menjadi bagian yang membuat sebuah perjalanan terasa lebih personal.

Bersepeda memungkinkan wisatawan berada lebih dekat dengan lingkungan yang dilewati. Tidak ada batas berupa kaca kendaraan, dan perjalanan dapat dihentikan sewaktu-waktu untuk mengamati suasana atau sekadar menyapa orang-orang di sekitar.

Inilah salah satu daya tarik menjelajahi suatu kawasan dengan ritme yang lebih lambat: perjalanan tidak hanya meninggalkan foto destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman di antara satu tempat dan tempat berikutnya.

Bersepeda Sudah Menjadi Aktivitas Favorit Acha

Acha bukan sosok yang asing dengan perjalanan menggunakan sepeda.

Menurut IDN Times, ia sudah terbiasa bersepeda jarak jauh. Ketika berada di Sydney, Australia, Acha juga kerap mengisi akhir pekannya dengan aktivitas tersebut.

Tak mengherankan jika perjalanan dengan medan naik-turun di Bali tetap dapat dinikmatinya.

Kebiasaan tersebut juga membuat bersepeda menjadi lebih dari sekadar aktivitas olahraga selama liburan. Bagi Acha, sepeda sekaligus menjadi cara untuk menikmati sebuah tempat.

Ketika perjalanan dilakukan tanpa tergesa-gesa, wisatawan mempunyai kesempatan lebih besar untuk merasakan atmosfer destinasi yang dikunjungi, bukan sekadar melihatnya.

Menutup Perjalanan di Kintamani

Setelah menikmati perjalanan dengan sepeda, Acha mengakhiri aktivitasnya di sebuah kafe di kawasan Kintamani.

Penutup perjalanan tersebut terasa istimewa karena tempatnya menikmati sarapan menyuguhkan pemandangan Gunung Batur di kejauhan.

Selepas mengayuh sepeda melewati jalan pedesaan, persawahan, dan kawasan pura, menikmati sarapan dengan panorama pegunungan menjadi akhir yang pas untuk perjalanan tersebut.

Momen itu sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan tidak selalu harus diisi dengan banyak destinasi. Satu aktivitas yang dijalani secara utuh terkadang mampu menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan.

Bali yang Lebih Tenang dari Atas Sepeda

Perjalanan Acha Septriasa menawarkan sudut pandang menarik tentang cara menikmati Bali.

Pulau Dewata memang memiliki banyak destinasi populer, tetapi pengalaman perjalanan tidak harus selalu mengikuti rute wisata yang paling ramai. Kawasan pedesaan, persawahan, pura, dan jalan-jalan yang dilalui dengan sepeda dapat menghadirkan cerita yang sama menariknya.

Acha sendiri memilih kawasan yang asri dan sejuk untuk bersepeda. Pemandangan sawah hijau disebut membuat perjalanannya terasa lebih rileks.

Dari Tampaksiring hingga berakhir di Kintamani, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa menikmati sebuah destinasi terkadang justru terasa lebih istimewa ketika perjalanan dilakukan perlahan.

Ada kesempatan untuk berhenti. Ada waktu untuk melihat sekeliling. Ada pula ruang untuk menikmati suasana tanpa harus terburu-buru menuju tempat berikutnya.

Inspirasi Cara Berbeda Menikmati Pulau Dewata

Bagi pencinta perjalanan aktif, pengalaman Acha dapat menjadi inspirasi untuk melihat Bali dari cara yang berbeda.

Bukan sekadar berburu tempat untuk berfoto, perjalanan dapat diisi dengan aktivitas yang membuat wisatawan lebih dekat dengan lanskap dan lingkungan sekitar.

Bersepeda di antara kawasan pedesaan memberikan kesempatan untuk menyaksikan persawahan, pura, aktivitas warga, hingga perubahan panorama sepanjang jalan.

Dan setelah perjalanan panjang, pengalaman tersebut dapat ditutup sesederhana menikmati sarapan sambil memandang Gunung Batur dari kejauhan.

Pada akhirnya, daya tarik Bali memang tidak hanya terletak pada destinasi yang dituju, tetapi juga pada cara perjalanan itu dijalani. Pengalaman Acha Septriasa memperlihatkan bahwa mengayuh sepeda perlahan di tengah alam Bali dapat menjadi cara sederhana untuk menemukan sisi Pulau Dewata yang lebih tenang, personal, dan berkesan.

 

Article ad after last paragraph